Berita, Berita Indonesia, Uang Palsu

Warga Bali Ditangkap Karena Uang Palsu

By newbery on January 12, 2022 0 Comments

Dua warga yang berasal dari bali ditangkap oleh kepolisian karena kepemilikan uang palsu. Dua warga bali tersebut adalah IWW (42), dan SMJ (56). Keduanya ditangkap pada saat akan melakukan penyetoran uang pecahan dolar Amerika Serikat. Total uang yang akan disetor adalah USS $ 1,5 juta atau sejumlah Rp 21 miliar di sebuah bank. Pelaku ini keduanya mencoba untuk memasukkan togel online uang ke bank dengan jumlah yang besar. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian melaporkan sudah menangkap keduanya.

Ada 15 Ribu Lembar Uang Dolar Amerika

Ada sekitar lima belas ribu lembar uang dolar Amerika pecahan 100. Sesuai dengan prosedur yang ada, uang tersebut diperiksa oleh petugas. Namun, meskipun sudah diperiksa dan ternyata mirip sekali dengan yang asli. Pihak bank bisa menemukan banyak kejanggalan di dalam uang tersebut sehingga dikatakan sebagai uang palsu. Dengan demikian maka proses penyetoran pun berhasil digagalkan oleh pihak Bank dan petugas. Pelaku kemudian dilaporkan dan berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.

Oki Ahadian selaku Kasat REskrim Polrestabes Surabaya mengatakan bahwa uang palsu tersebut memiliki cetakan yang kurang sempurna. Uang yang dibawa memiliki presisi yang kurang baik di dalam beberapa sisi. Ada juga hal yang janggal di dalam bagian tanda air. Nomor seri dari uang tersebut pun tidak terdaftar. Dengan ciri ciri ini pun maka pihak kepolisian semakin yakin bahwa uang yang dibawa oleh pelaku adalah palsu. Masyarakat pun diharap terus berwaspada dan lebih teliti saat menerima uang asli.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengatakan bahwa dolar palsu tersebut merupakan uang yang didapatkan dari Bali. Selama ini uang palsu digunakan untuk kepentingan pribadi saja. Dengan sengaja pelaku membawa uang tersebut melalui jalur darat untuk disetorkan dan akan ditukarkan dengan bentuk lain berupa surat berharga dan lain sebagainya. Pengakuan ini memperburuk keadaan karena ternyata sebagian besar uang palsu sudah beredar di masyarakat dilakukan oleh pelaku.

IWW dan SMJ Dijerat Pasar 245 KUHP

Peredaran uang palsu di Indonesia telah terjadi sejak lama. Namun bisa ditekan oleh pihak kepolisian. Kini ditemukan kembali kasus peredaran yang yang tidak asli dan menggunakan uang uang asing yang sulit untuk diidentifikasi. Pelaku penyebaran uang palsu ini kini semakin banyak dan mulai menggunakan jaringan jaringan tertentu yang sulit untuk ditemukan oleh pihak kepolisian. Bisa saja uang yang palsu tersebut sudah beredar di masyarakat dan menjadi salah satu uang yang digunakan oleh banyak orang.

Kasus pemalsuan uang sudah bisa menggunakan pasal 245 KUHP untuk menjerat pelakunya. Peredaran uang palsu memang sudah memiliki undang undang dan aturan tersendiri yang bisa membuat pelakunya dihukum lebih lama, tergantung bagaimana motif dan bagaimana jumlah uang yang dimiliki. Semakin banyak dan semakin berbahaya maka semakin lama jeratan yang akan diberikan kepada pelaku, baik secara perorangan atau pun secara kelompok. Untuk kasus uang palsu yang dibawa oleh dua warga bali IWW dan SMJ, pihak kepolisian akan menjerat keduanya menggunakan pasal 245 KUHP mengenai peredaran uang palsu dengan ancaman pidana maksimal  15 tahun penjara. Proses penyelidikan dan pemeriksaan akan terus berlanjut hingga akhirnya kedua pelaku ditindak secara hukum. Kemungkinan besar, ada pelaku lain yang kemungkinan memiliki jumlah uang yang lebih banyak dan telah mengedarkan uang tersebut di wilayah Bali.

Comments are closed.