Berita, Ekonomi

Konsumsi BBM Turun 27.5% Jelang Lebaran 2020

By newbery on May 9, 2020 0 Comments

PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa konsumsi bahan bakar minyak atau BBM Mengalami penurunan untuk semua produk di periode Lebaran tahun 2020 ini. Penurunan ini tidak lain tidak Bukan dipicu Dengan berkurangnya aktivitas masyarakat karena penyebaran virus Corona.

Corona Sebabkan Konsumsi BBM Saat Lebaran Turun 27.5%

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa untuk BBM jenis gasolin yaitu premium, pertalite dan juga Pertamax series konsumsinya menurun mencapai 27,5% atau sekitar 67,7 kiloliter per harinya dibandingkan dengan kondisi normal.

Penurunan juga terjadi pada BBM jenis gas oil yaitu sekitar 2,8% atau bisa dikatakan 31, 9 kl per hari. sementara itu untuk jenis avtur diperkirakan turun 90% setara dengan 602 kl per per hari dibandingkan dengan kondisi normal. “Kebutuhan menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini menurun signifikan karena kita masih berada dalam suasana pandemic virus Corona, sehingga mobilitas kendaraan di dalam kota dan juga antar wilayah sangat rendah dan tak banyak memerlukan BBM,” ungkap Fajriyah dilansir dari CNN Indonesia melalui keterangan tertulisnya. 

Walaupun permintaan turun, menurutnya, Pertamina tetap saja mengoperasikan 7023 SPBU yang mana tersebar di seluruh Indonesia. Pihak Pertamina pun memenuhi stop di seluruh tangki guna melayani syair togel terlengkap Permintaan BBM. Tak hanya itu, perseroan juga menyiagakan sarana dan juga fasilitas penyaluran yaitu 114 Terminal BBM, 69 Depot pengisian pesawat udara (DPPU), dan juga 23 Terminal LPG. 

Pertamina pasalnya juga menyia-nyiakan layanan pesan antar atau Pertamina Delivery Service melalui contact Centre mereka di 135. Dan ntuk memudahkan transaksinya, Pertamina pun memperlakukan fasilitas tambahan yaitu pembayaran non cash lewat aplikasi My Pertamina-LinkAja di SPBU.

Permintaan LPG Malah Naik 

Ssebaliknya,Untuk permintaan LPG pasalnya naik sebesar 5% antara 25.847 Metrik ton perhari Apabila dibandingkan dengan kondisi normal. fajriyah juga mengatakan bahwa kenaikan Ini ditopang dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga untuk menyiapkan makanan bagi keluarga dan juga dengan kondisi dimana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja dan lebih memilih untuk memasak. 

“Tren peningkatan kebutuhan LPG dimulai sejak berlakunya kebijakan pembatasan sosial berskala (PSBB), di mana aktivitas masyarakat banyak terkonsentrasi di rumah dan konsumsi makanan untuk keluarga yang lebih tinggi,” ujarnya lagi. 

Untuk melayani kebutuhan LPG tersebut, Pertamina sudah menyiapkan sebanyak 657 SPBBE, 3908 agen, dan juga 177.717 outlet guna melayani LPG penugasan (PSO). Ditambah lagi dengan 808 agen dan juga 84712 outlet LPG non PSO. Selain untuk memenuhi kebutuhan LPG, Pertamina pun menyalurkan jaringan gas (jargas) untuk 220.000 tangga.

Dirinya memastikan bahwa stok BBM dan juga LPG dalam kondisi yang aman untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan di tengah pandemi virus Corona ini. 

Karena rendahnya Permintaan BBM dan juga konsumsi BBM, beberapa waktu yang lalu Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS DPR RI Mulyanto pasalnya telah mengirimkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin tasrif untuk mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Dirinya menerangkan bahwa kebijakan penurunan harga BBM ini amat sangat dinanti oleh masyarakat dan juga pelaku usaha Untuk meringankan beban ekonomi di tengah-tengah pandemic virus Corona ini. Dan menurutnya Upaya ini dilakukan oleh PKS untuk memenuhi rasa keadilan konsumsi mengingat harga minyak dunia juga mulai turun sejak Februari 2020 yang lalu.

Comments are closed.