Hollywood, Movie

Gimik Promosi dari La Llorona Menuai Kritik dan Kecaman dari Dukun

By newbery on May 1, 2019 0 Comments

Deskripsi singkat: Gimik ‘pembersihan jiwa’ dari manajemen film La Llorona menuai kecaman dari para dukun Meksiko.

Gimik Promosi dari La Llorona Menuai Kritik dan Kecaman dari Dukun

Promosi sebuah film memang menuntut tim produksi menjadi kreaktif dan juga kadang harus ‘gila.’ Promosi yang seperti itu kadang membuahkan hasil yang positif. Promosi yang menyuguhkan misalnya gimmick, kadang juga penuh kontroversi sehingga penontonnya bisa beraksi negatif. Hal ini lah yang sedang dialami oleh fil, The Curse of La Llorona.

Promosi Gimik Tuai Kontroversi dari Dukun

Promosi yang digunakan oleh film The Curse of La Llorona ini memang agaknya anti mainstream karena menggunakan ritual ‘pembersihan jiwa’ tradisional ala Meksiko sebelum menonton film dan akhirnya kegiatan itu menuai kritik dan bahkan juga kecaman.

Kecaman itu datang dari dukun-dukun tradisional Meksiko dan juga para cendekiawan. Mereka semua menyebutkan bahwa gimik pemasaran film yang masih tergabung dalam The Conjuring Universe ini disebutkan melecehkan budaya local Meksiko. Kegiatan itu terjadi pada penayangan perdana La Llorona di Meksiko, tepatnya pada hari Kamis (18/4) malam waktu local.

Pihak penyelenggara pasalnya mengundang tabib-tabib yang dikenal dengan curanderos guna melakukan pembersihan jiwa yang namanya limpias pada penonton sebelum menyaksikan film itu. The Curse of La Llorona ini sendiri diangkat dari kisah nyata warga Meksiko soal makhluk jahat yang sering menculik anak-anak. Anak-anak itu dikisahkan akan dijadikan tumbal.

Gunakan Ritual Limpias Sebelum Penayangan Film

Untuk menjauhkan diri dari La Llorona dan juga segala bal, maka masyarakat tradisional Meksiko biasa melakukan limpias ini yang juga ditampilkan pula pada film The Curse of La Llorona ini. Tindakan Limpias menjelang penayangan ini ternyata bukan lah yang pertama kali. Pihak penyelenggara sebelumnya bahkan juga membawa tabib yang mana seorang kelahiran Kuba yang basisnya di Los Angeles, yaitu Salvador Gata guna melakukan pemberkatan saat film ini bakal dirilis dan SXSW pada tanggal 15 Maret 2019 lalu.

Tidak Cuma itu, ada beberapa foto yang sempat beredar juga di media sosial di mana menunjukkan aktivitas dukun-dukun itu yang sedang melakukan pembersihan di depan poster film The Curse of La Llorona ini dan setelah itu menghadiri pesta.

Foto-foto dan juga tawaran melakukan ritual demi aktifitas pemasaran ini ternyata tidak berujung baik. Ada seorang dukun limpias alias curandera bernama Grace Sesma kesal dan agak terganggu dengan kegiatan ini. Ia akhirnya mengunggah rasa kesalnya di media sosial dan juga memposting beberapa foto yang menunjukkan penawaran melakukan limpias yang datang pada dirinya.

“Saya bekerja untuk film The Curse of La Llorona dan sedang mencari seorang curandero untuk melakukan limpias sebelum penayangan film saya,” tulis publisis Nahir Wold di dalam surel pada Sesma yang diunggah oleh dukun itu di media sosial. “Beritahu saya jika berminat untuk melakukannya,” ungkap Wold.

Sesma akhirnya mengatakan bahwa dirinya mengabaikan undangan itu sampai ia melihat foto-foto limpias di dalam cara tersebut yang sudah beredar di internet.

“Saya melihatnya cukup memalukan,” ungkap Sesma dalam unggahannya. “Ini meningkatkan factor klenik pada praktik tradisional dan juga komofifikasi juga mengeksploitasi budaya kami cuma untuk menarik orang supaya mau melihat film tersebut,” kata Sesma.

Pandangan berbeda malah datang dari curandero yang menetap di Los Angeles, Miguel Franco. Ia mengatakan bahwa pihak studio Warner Bros tak bermaksud membuat stigma saat ia diundang studio itu dalam sejumlah acara. Namun memang, kontroversi dan kritik selalu ada.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *