Berita, Ekonomi, Politik

Kalapas Narkotika Nusakambangan Akhirnya dicopot Terkait Penyiksaan Tahanan

By newbery on February 20, 2019 0 Comments

Deskripsi singkat: Kalapas Narkotika Nusakambangan akhirnya dinonaktifkan terkait dengan dugaan penyiksaan 26 narapidana yang akan dipindahkan.

Kalapas Narkotika Nusakambangan Akhirnya dicopot Terkait Penyiksaan Tahanan

Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan yang berinisial HM akhirnya resmi dicopot dari jabatannya. Hal ini dikarenakan adanya dugaan penyiksaan beberapa narapidana narkotika. Video penyiksaan tanahan tersebut beredar di sosial media. Di dalam video itu, beberapa orang narapidana dipukul kemudian diseret oleh petugas ketika hendak dipindahkan ke Lapas Narkotika Nusakambangan.

Viral Video Tahanan Narkoba diseret dan dipukul Petugas

Seperti yang diketahui public, kemarin sempat viral sebuah video yang menunjukkan beberapa napi kasus narkoba yang akan dipindahkan ke Nusakambangan diseret dan dipukul oleh petugas. Sejumlah 26 narapidana dari Bali dipindahkan ke togel online Lapas Nusakambangan tanggal 28 Maret 2019 lalu. Di dalam video tersebut, terlihat petugas melakukan tindakan kekerasan pada napi-napi.

Total ada 10 orang napi dari Lapas Krobokan dan ada 16 orang napi dari Lapas Bangli. Terlihat di dalam video, napi-napi tersebut tangannya diborgol dan mereka jalan menunduk. Mata mereka juga ditutup kaos. Ada napi yang diseret dan juga dipukul oleh oknum petugas sambil berjalan menunduk dan jongkok menuju ke kapal.

Komisioner Komisi Nasional HAM (Hak Asasi Manusia), Choirul Anam, mengakui bahwa dirinya sudah memantau peristiwa itu. Untuk itu lah, ia meminta supaya Dirjen Pemasyarakatan melakukan tindakan supaya kejadian tersebut tak lagi terulang. “Dirjen Pemasyarakatan mesti melakukan evaluasi dan juga mengambil tindakan tegas untuk itu,” ucap Anam dilansir dari Merdeka.com.

Menurut dirinya, kekerasan pada narapidana sudah termasuk pada pelanggaran penghukuman lain, serta termasuk pada tindakan kejam atau merendahkan martabat manusia yang bisa diancam dengan pidana. Hal itu sudah diatur dalam UU No. 5 tahun 1998 soal Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakukan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia.

Anam juga menekankan adanya penghapusan penyiksaan atau pun tindakan lainnya yang kejam, tak manusiawi, dan juga merendahkan martabat untuk terus dilakukan oleh semua pihak termasuk Komnas HAM dan juga Kementerian Hukum dan HAM.

Sejumlah 26 narapidana itu dipindahkan ke Lapas Narkotika Nusakambangan karena diduga mereka masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam prodeo.

Kalapas dicopot

Mengenai tindakan penyiksaan ini, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan, Ade Kusmanto, memberikan pernyataannya pada hari Jumat (3/5). “Saat ini Kalapas Narkotika Nusakambangan berinisial HM, telah dinonaktifkan dari jabatannya,” begitu kata Ade dilansir dari CNN Indonesia.

Ade juga mengatakan bahwa jabatan Kalapas Narkotika Nusakambangan sekarang ini digantikan pelaksanaan harian dari Kabid Pembinaan Lapas Batu Irman Jaya. Menurutnya, dalam kasus ini Ditjen Pas sudah memeriksa sebanyak 13 orang.

“Tindakan itu tak sesuai prosedur dan juga bertentangan dengan UU No. 12 soal Pemasyarakatan yang mana menjunjung tinggi harkat serta martabat manusia,” imbuhnya lagi.

Peristiwa kekerasan pada narapidana pindahan itu sontak menggegerkan public, khususnya dunia maya. Rombongan 26 orang narapidana dari Lapas Grobokan dan Lapas Bangli tersebut datang di pos satgas Wijayapura. Lalu dilakukan penggantian dari borgol rantai jadi borgol perorangan supaya bisa masuk dan diperiksa satu per satu juga oleh satgas pengamanan penyebrangan.

Namun sesampainya keluar dari pintu belakang menuju ke kapal penyebarangan, terjadi lah tindakan kekerasan dan juga perlakukan kekerasan fisik pada para narapidana itu. “Tindakan tersebut dilakukan tak direncanakan, dimungkinkan dipicu karena para narapidana kurang merespon cepat para petugas untuk segera menaiki kapal,” pungkas Ade menjelaskan lagi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *