Uncategorized

China Kembangkan Aplikasi Smartphone untuk Pantau Warga di Xinjiang

By newbery on February 15, 2019 0 Comments

Deskripsi singkat: China mengembangkan sebuah aplikasi smartphone yang dipergunakan untuk memantau segala aktifitas ‘mencurigakan’ warga-warga di Xinjiang.

China Kembangkan Applikasi Smartphone untuk Pantau Warga di Xinjiang

Kabar datang dari China. Dikabarkan oleh Human Rights Watch, China telah mengembangkan aplikasi smartphone yang digunakan untuk memantau warga di Xinjiang.

Aplikasi Smartphone untuk Pantau Warga di Xinjiang

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Kamis (2/5) kemarin, organisasi hak asasi manusia itu mengatakan bahwa aplikasi dipergunakan polisi untuk mengetahui apa ada tindakan yang dianggap mencurigakan, misalnya saja bersosialisasi dengan tetangga.

Aplikasi ini mampu mengumpulkan data, misalnya saja besaran listrik yang dipakai oleh warga. Sejauh ini masih belum ada komentar resmi dari pemerintah China langsung soal aplikasi itu. Akan tetapi, Human Rights Watch menyebutkan bahwa etnis Muslim Ulghur yang tinggal di Xinjiang sering dipersekusi di China.

Sementara itu, PBB mengatakan bahwa ada laporan yang kredibel bahwa ada beberapa juta warga di Xinjiang bahwa tindakan itu adalah upaya untuk memerangi terorisme dan juga ekstrimisme.

System Pengawasan Paling Mengganggu

Masih dari Human Rights Watch, aplikasi ini digunakan oleh pejabat-pejabat guna merekam dan juga menyimpan informasi tentang orang-orang. Bisa dikatakan, secara khusus aplikasi ini menargetkan “tipe orang 36” yang mesti diperhatikan togel hongkong pihak berwenang. Ini juga termasuk orang-orang yang sangat jarang menggunakan pintu rumahnya, memakai jumlah listrik yang tak normal dan juga orang-orang yang melakukan ibadah haji tanpa adanya izin dari negara.

Laporan tersebut sayangnya tak menyebutkan secara eksplisit etnis manapun secara khusus yang ditargetkan. Tapi, “tipe orang 36” termasuk imam “tidak resmi- pemimpin-pemimpin Islam- dan jga mereka yang mendalami doktrin Wahabi.

Informasi yang didapatkan dari aplikasi ini lalu diinput ke dalam system pusat platform operasi yang digabungkan secara terpadu (IJOP), yakni system utama untuk pengawasan massal di Xinjiang. Ini yang setidaknya dilaporkan oleh HRW.

Peneliti senior China di HRW, yakni Maya Wang, menyatakan bahwa IJOP merupakan “salah satu system pengawasan massa yang paling mengganggu di dunia.”

“Sistem ini mengumpulkan informasi dari pos-pos pemeriksaan di jalan, di pom bensin, sekolah…menarik informasi dari fasilitas ini dan memantau perilaku ‘tak biasa’ mereka yang memicu peringatan pada pihak berwenang,” imbuhnya.

Aplikasi ini pasalnya diperoleh dan juga dianalisis oleh HRW di dalam sebuah kerja sama dengan Cure53 yaitu sebuah perusahaan keamanan di Berlin, Jerman.

Selain adanya operasi di Xinjiang, China pun mempunyai 170 juta kamera pengawas atau CCTV yang ada di seluruh penjuru negeri. Jumlahnya diperkirakan mencapai 400 juta, melonjak di tahun 2020 mendatang. Semua ini merupakan bagian dari tujuan utama China untuk membangun apa yang disebut mereka dengan “jaringan pengawasan kamera terbesar di dunia.”

China pun membuat system “kredit sosial” yang mana dimaksudkan untuk menghitung skor perilaku dan juga interaksi public semua warga negaranya. Tujuannya adalah bahwa di tahun 2020, tiap orang di China bakal terdaftar dalam sebuah basis data nasional yang luas yang mengumpulkan informasi fiscal dan pemerintah. Data ini termasuk pelanggaran lalu lintas, dan juga menyaringnya jadi daftar peringkat tiap warga negara.

Sebagai informasi, Xinjiang adalah wilayah semi otonom dan secara teori, paling tidak, mempunyai kewenangan untuk memerintah daerahnya sendiri. Etnis Ulghur adalah salah satu suku minoritas Muslim di China yang mempunyai populasi 45% di Ulghur. Laporan HRW ini muncul saat China menghadapi pengawasan atas perlakuannya pada mereka dan juga suku minoritas lainnya di Xinjiang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *