Berita, Politik

Presiden Ukraina dan Rusia Saling Sindir Tentang Kewarganegaraan

By newbery on February 10, 2019 0 Comments

Deskripsi singkat: Presiden Ukraina, Zelensky dan Presiden Rusia, Putin saling adu sindir tentang kewarganegaraan di sosial media.

Presiden Ukraina dan Rusia Saling Sindir Tentang Kewarganegaraan

Presiden Ukraina terpilih, Volodymyr Zelensky, dan juga Presiden Rusia, terlibat perang dingin saling sindir. Zelensky pasalnya membalas tawaran Putin tentang pemberian kewarganegaraan di wilayah timur Ukraina, yang mana didominasi oleh kelompok separatis.

Putin dan Zelensky Terlibat Saling Sindir

Putin adalah yang terlebih dahulu menawarkan warga Ukranan yang berada di wilayah separatis dengan kewarganegaraan Rusia. Kemudian, Zelensky membalas dengan berjanji bakal memberikan kewarganegaraan pada warga-warga Rusia yang menderita di bawah pemerintah Putin.

“Kami tahu betul hal apa saja yang dapat dialami para pemegang paspor Rusia, yaitu hak untuk ditangkap karena melakukan protes secara damai pada pemerintah dan hak untuk tidak melangsungkan pemilihan umum yang bebas dan kompetitif,” ungkap Zelensky yang diunggahnya lewat akun Facebooknya hari Minggu (28/4).

“Saya berjanji memberikan kewarganegaraan pada togel terpercaya seluruh warga negara yang menderita karena rezim otoriter dan korup, terutama bagi orang-orang Rusia yang paling menderita dari seluruh warga negara manapun,” imbuhnya lagi di pernyataan sebelumnya.

Zelensky mengatakan bahwa salah satu perbedaan antara Ukrainan dan juga Rusia adalah warga negaranya yang mempunyai “kebebasan berbicara, kebebabasan media, dan juga internet.”

Di dalam unggahannya di Facebook tersebut, Zelensky pun memperingatkan Rusia untuk tak mengancam Ukraina baik dari sisi tekanan militer maupun ekonomi.

Comedian yang berhasil mengalahkan presiden petahana, Presiden Petro Poroshenko, di dalam pemilu bulan Maret lalu itu pun berjanji bakal memulai kembali proses negosiasi perdamaian dengan kelompok separatis pro-Rusia yang ada di bagian timur negaranya.

Dikutip dari CNN Indonesia hari Senin (29/4), Ukrainan yang berseteru dengan beberapa kelompok pemberontak dan juga kelompok separatis di wilayah timur sejak tahun 2014 yang lalu setelah Rusia mencaplok wilayah Krimea.

Hubungan Ukraina dan Rusia Makin Panas

Pasalnya konflik yang terjadi antara Ukraina dan juga kelompok separatis pro-Rusia itu selama ini telah memakan korban sebanyak 13.000 yang tewas. Sejak saat itu hubungan Ukraina dan Rusia makin memburuk.

Putin selaku Presiden Rusia siap berdiskusi dengan Zelensky dan juga ingin “memahami” posisi presiden baru Ukrainan ini terkait dengan konflik antara kedua negara itu. Meski demikian, sampai dengan saat ini, Putin belum juga memberikan selamat secara resmi atas kemenangan yang diperoleh Zelensky beberapa waktu lalu.

Di akhir pekan lalu, malah Putin mengatakan bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk mempermudah warga Ukraina  untuk mendapatkan kewarganegaraan Rusia. Dekrit Putin itu sendiri memngkinkan warga yang tinggal di Lugansk dan Republik Donetsk yang dikuasai oleh pemberontak mendapat paspor Rusia dalam waktu 3 bulan sejak mengajikan permohonan.

Langkah Putin ini pasalnya dikecam oleh Uni Eropa yang menganggap bahwa hal itu merupakan bentuk serangan baru pada kedaulatan. Serangan yang dimaksudkan adalah serangan kedaulatan pada Ukraina yang bsia merusak kesepakatan perdamaian yang rapih.

Hari Rabu (24/4) lalu, Putin menandatangani sebuah keputusan yang isinya mempercepat proses aplikasi untuk warga Ukraina yang tinggal di Kawasan-kawasan yang dikuasai oleh kelompok separatis yang pro-rusia. Dengan keputusan kontroversional itu, mereka yang mengajukan aplikasi bisa menjadi warga negara Rusia dalam waktu tak lebih dari 3 bulan, seperti yang disebutkan sebelumnya. Namun mereka harus bersumpah setia pada Rusia.

Dua negara yang menjamin Perjanjian Damai Minks 2015, Perancis dan Jerman, menyatakan bahwa keputusan Putin itu bertentangan dengan semangat dan juga tujuan kesepakatan Minsk.  

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *